Green Living (Oase di Dalam Rumah)


Oase di Dalam Rumah

Jadikan suasana dalam rumah lebih sejuk, menenangkan, dan ramah lingkungan dengan taman minimalis.Pepohonan, bunga-bunga, gemercik air selalu mampu jadi elemen yang menghidupkan suasana, memberikan kesan sejuk, relaxing, dan menyegarkan mata. Tidak mengherankan jika siapapun memimpikan nuansa kehijauan dalam rumah sebagai oase dan penyeimbang dinding yang solid. Taman tidak selalu untuk mereka yang memiliki lahan tanah yang luas. Menata taman di dalam rumahpun tentu bisa, hanya saja diperlukan trik khusus agar taman mampu menunjang estetika dan juga membawa manfaat lain bagi mind and soul penghuni rumah.

Gaya taman dalam rumah

Jika rumah Anda cukup luas, tentu tidak akan kesulitan menentukan gaya taman yang tepat untuk di dalam rumah. Sebaliknya, jika luas rumah terbatas namun memimpikan sebuah oase, beberapa gaya berikut ini bisa menjadi bahan pertimbangan untuk mencipta- kan desain taman yang cocok:

Taman Kering

Taman kering sering kali digunakan pada luas rumah yang sempit. Anda bisa memanfaatkan pot tanaman dan juga hiasan batu koral. Pilihan tanamanpun lebih minimalis, misalnya diantara hamparan batu koral, Anda bisa meletakan tanaman kamboja, atau sekedar tempayan besar dengan eceng gondok dan ikan hias di dalamnya.

Taman Basah

Taman basah membutuhkan kelembapan yang sama dengan taman biasa, untuk itu dari segi perawatan perlu perhatian khusus agar tidak mengotori ruangan selain tanaman bisa tumbuh sehat dan subur. Disarankan untuk tetap memilih pohon yang tidak terlalu besar mengingat akar pohon bisa merusak bangunan.

Taman Vertikal

Tren taman vertikal bisa Anda manfaatkan untuk keindahan dalam rumah. Gunakan pot kecil yang disusun bertumpuk atau letakan di dinding rumah, juga bisa berfungsi sebagai hiasan. Gaya menata seperti ini, butuh perhatian khusus karena media yang digunakan kecil sehingga tanaman mudah mati.

Tanaman sehat dalam rumah

Sirkulasi rumah yang kurang baik sangat berperngaruh pada kualitas udara di dalam rumah. Taman di dalam rumah mampu berfungsi sebagai filter bahkan sumber oksigen terbaik di rumah. Meski begitu, tidak semua tanaman bisa memberikan manfaat tersebut. Inilah tanaman yang bisa memberi manfaat terbaik jika hidup dalam rumah.

• Aloe Vera (lidah buaya)

Lidah buaya mampu menyerap formaldehida, monoksida, karbon dioksida dan karbon monoksida. Jika udara sekitarnya terpapar racun berlebih maka tanaman lidah buaya akan berbintik hitam, sebagai tanda udara tidak sehat.

• Kaktus

Kaktus sering digunakan sebagai tanaman indoor karena mudah dirawat dan bermanfaat menghilangkan bakteri serta mengurangi radiasi. Kaktus mampu memfilter udara dan meningkatkan kualitas oksigen dalam ruangan.

• Pachira (pohon uang)

Pachira umumnya tumbuh besar, namun bisa dibuat bonsai sebagai tanaman hias dalam ruangan. Pachira tepat bagi perokok karena dapat menyerap asap, karbon dioksida dan monoksida dengan baik serta mampu melepas oksigen.

• Ivy (sirih Belanda)

Bisa digunakan sebagai tanaman rambat. Jenis sirih ini efektif untuk menyerap formaldehida dan zat berbahaya seperti benzena. Dalam24 jam sirih Belanda dapat menyerap 90% benzena dalam ruangan. Benzena adalah sisa pembakaran dan digunakan biasanya dalam proses pembuatan plastik.

* Artikel ini sebelumnya telah dipublikasikan di Summarecon Serpong Magazine Volumen 6 tahun 2017.