Blog

Mau Cari Ruko di Gading Serpong? Ternyata Ekosistem Kawasan Bisa Jadi Pembeda

30 July 2026

Mencari ruko di Gading Serpong umumnya dimulai dari lokasi, akses, atau potensi pasar. Namun, ada satu faktor lain yang kini semakin diperhatikan pelaku usaha, yaitu bagaimana sebuah kawasan mampu menghadirkan traffic yang berlangsung sepanjang hari.

Di Indonesia, ada satu kebiasaan yang mungkin terasa sederhana, tetapi sudah menjadi bagian dari keseharian banyak orang: "sekalian." Keluar rumah untuk makan siang, sekalian ngopi. Mengantar anak sekolah, sekalian berbelanja. Berolahraga, sekalian bertemu teman atau makan malam. Dalam satu perjalanan, masyarakat sering menyelesaikan beberapa kebutuhan sekaligus.

Kebiasaan tersebut ternyata ikut memengaruhi cara kawasan komersial berkembang.

Menurut CBRE, pusat perbelanjaan dan kawasan retail kini semakin mengarah pada konsep experience led ecosystem, di mana berbagai aktivitas seperti kuliner, hiburan, olahraga, hingga interaksi sosial hadir dalam satu kawasan. Semakin banyak alasan seseorang datang ke suatu tempat, semakin besar pula peluang bagi bisnis untuk dikenal, dikunjungi, hingga mendapatkan pelanggan baru.

Pendekatan inilah yang terus dikembangkan di Serpong Central Business District (Serpong CBD), kawasan bisnis yang menjadi bagian dari pengembangan Summarecon Serpong. Salah satu destinasi terbarunya adalah The Hood, lakeside retail neighborhood seluas sekitar 10 hektare yang dijadwalkan hadir pada Desember 2026.

The Hood akan menghadirkan lebih dari 50 tenant dari berbagai kategori, mulai dari F&B, padel court, gym, bioskop, concert hall, supermarket, spa wellness, hingga new concept bookstore. Kehadiran berbagai destinasi tersebut diharapkan mampu menciptakan aktivitas yang berlangsung sepanjang hari sekaligus memperkuat ekosistem kawasan.

Berada dalam walking distance hanya 5 menit menuju The Hood, Strozzi Commercial hadir sebagai kawasan komersial terbaru di koridor Symphonia Boulevard. Lokasinya juga didukung kawasan hunian yang telah berkembang, kehadiran Sekolah Ekayana Genta Bangsa, akses baru Melody-Diklat Pemda, serta konektivitas menuju Boulevard Gading Serpong, Jalan Raya Serpong, Tol Jakarta-Tangerang, hingga Tol Serpong-Balaraja.

Executive Director Summarecon Serpong, Albert Luhur, mengatakan bahwa pengembangan kawasan komersial saat ini tidak hanya mempertimbangkan lokasi, tetapi juga bagaimana setiap fungsi di dalam kawasan saling mendukung.

"Sejak awal kami percaya bahwa bisnis akan tumbuh lebih baik ketika berada di tengah kawasan yang juga terus berkembang. Karena itu, pengembangan di Summarecon Serpong selalu kami bangun sebagai sebuah ekosistem, di mana hunian, pendidikan, lifestyle, dan ruang usaha saling melengkapi. Harapannya, kawasan ini tidak hanya ramai saat dibuka, tetapi tetap menjadi destinasi yang terus dikunjungi setiap hari." ujar Albert Luhur.

Selain berada di tengah ekosistem yang terus berkembang, Strozzi Commercial juga dirancang untuk menunjang kebutuhan bisnis melalui ROW jalan selebar 36,5 meter dan 32 meter, double layer parking, serta desain mezzanine yang memberikan fleksibilitas bagi berbagai jenis usaha. Hadir dengan pilihan ukuran 5x16 meter dan 7x16 meter, Strozzi Commercial dipasarkan mulai sekitar Rp4 miliar.