Blog
Berada di Tengah BSD, Alam Sutera, dan Karawaci, Seberapa Strategis City Gate di Serpong CBD?
19 June 2026
![]()
BSD, Alam Sutera, dan Lippo Karawaci selama ini dikenal sebagai tiga kawasan dengan aktivitas ekonomi yang terus berkembang di Tangerang Raya. Di antara ketiganya, Gading Serpong berada pada koridor yang menghubungkan berbagai aktivitas hunian, bisnis, pendidikan, kuliner, hingga lifestyledalam satu kawasan yang saling terintegrasi.
Perkembangan kawasan tersebut turut mendorong pertumbuhan aktivitas usaha yang semakin beragam. Sepanjang 2025, tercatat sebanyak 1.464 bisnis baru hadir di Gading Serpong. Angka ini menunjukkan tingginya aktivitas ekonomi sekaligus kepercayaan pelaku usaha terhadap potensi kawasan.
Kondisi tersebut juga sejalan dengan laporan Colliers Indonesia yang mencatat bahwa pertumbuhan sektor retail saat ini semakin didorong oleh tenant berbasis F&B, lifestyle, dan experience driven business. Sementara berbagai laporan industri dari CBRE Indonesia dan Savills Indonesia menunjukkan bahwa ruang komersial kini berkembang menjadi bagian dari identitas brand, customer experience, hingga interaksi komunitas.
Melihat perkembangan tersebut, Summarecon Serpong mengembangkan Serpong CBD sebagai bagian dari penguatan ekosistem bisnis dan investasi kawasan dalam jangka panjang. Kawasan ini berada dalam area terintegrasi seluas lebih dari 10.000 hektare yang terhubung dengan tiga mega township, BSD, Alam Sutera, dan Lippo Karawaci, membentuk salah satu koridor aktivitas terbesar di Tangerang Raya.
"Kami melihat aktivitas bisnis di koridor Tangerang Raya terus berkembang. Mobilitas masyarakat semakin tinggi, tenant semakin beragam, dan kebutuhan ruang usaha juga berubah. Karena itu, pengembangan Serpong CBD dipersiapkan untuk mendukung pertumbuhan aktivitas bisnis dalam jangka panjang." ujar Albert Luhur, Executive Director Summarecon Serpong.
Salah satu pengembangan yang hadir di kawasan tersebut adalah City Gate. Sebagai bagian dari Serpong CBD, City Gate berada pada lokasi yang menghubungkan Gading Serpong Boulevard, Symphonia Boulevard, dan City Gate Boulevard.
![]()
Posisi tersebut juga didukung akses menuju Tol Jakarta-Tangerang dan Tol Serpong-Balaraja yang memperkuat konektivitas kawasan dengan berbagai pusat aktivitas di Jabodetabek. Pengembangan infrastruktur terus dilakukan, termasuk melalui akses Melody-Diklat Pemda yang memperluas keterhubungan antar kawasan dan mendukung mobilitas jangka panjang.
Di sekitar kawasan, berbagai aktivitas baru juga terus berkembang, termasuk The Hood sebagai outdoor retail concept berbasis komunitas yang menjadi destinasi kuliner dan social activity baru di Summarecon Serpong. Kehadiran berbagai fungsi bisnis, kuliner, lifestyle, dan komunitas tersebut turut membentuk ekosistem kawasan yang aktif sepanjang hari.
Untuk mengakomodasi kebutuhan usaha yang semakin beragam, City Gate menghadirkan pilihan Office Suites, ruang usaha enam lantai dengan luas tanah 220–264 meter persegi dan luas bangunan hingga 1.337 meter persegi, dilengkapi double facade, outdoor mezzanine, serta frontage langsung ke boulevard utama. Selain itu, tersedia City Gate Graha dalam format lima lantai dengan luas tanah 108–153 meter persegi dan luas bangunan 453–603 meter persegi yang memiliki frontage ke Symphonia Boulevard, serta kavling komersial yang memberikan fleksibilitas lebih bagi pelaku usaha dalam mengembangkan bisnis sesuai kebutuhan. Seluruh area juga didukung fasilitas 5 layer parking space untuk menunjang kenyamanan tenant maupun pengunjung.
Kehadiran berbagai pilihan ruang usaha tersebut mencerminkan kebutuhan bisnis yang semakin beragam di kawasan Gading Serpong. Mulai dari showroom, kantor, layanan profesional, hingga bisnis berbasis komunitas, masing-masing membutuhkan ruang dengan karakter dan skala yang berbeda untuk mendukung pertumbuhannya.


