Blog

Rumah Terang Tanpa Terasa Panas? Teknologi Ini Mulai Menjadi Standar Hunian Premium

02 July 2026

Rumah dengan bukaan berukuran besar kini semakin identik dengan hunian premium. Selain menghadirkan pencahayaan alami yang melimpah, desain seperti ini juga menciptakan ruang yang terasa lebih terbuka, lapang, dan memiliki hubungan visual yang lebih baik dengan area luar.

Namun, di balik tampilannya yang modern, masih banyak anggapan bahwa penggunaan kaca dalam jumlah besar akan membuat suhu ruangan menjadi lebih panas, terutama di negara beriklim tropis seperti Indonesia.

Padahal, anggapan tersebut tidak selalu benar.

Seiring berkembangnya teknologi material bangunan, hunian premium kini mulai mengadopsi material yang dirancang untuk menjaga kenyamanan ruang tanpa mengurangi manfaat pencahayaan alami. Salah satunya adalah Low-E Glass (Low Emissivity Glass), teknologi kaca yang membantu mengurangi panas matahari yang masuk ke dalam ruangan tanpa mengurangi intensitas cahaya alami secara signifikan.

Dengan begitu, rumah tetap terasa terang pada siang hari tanpa membuat suhu ruang meningkat secara berlebihan. Selain membantu menjaga kenyamanan termal, Low-E Glass juga mampu mengurangi paparan sinar ultraviolet (UV) yang dapat memengaruhi suhu ruang sekaligus mempercepat pemudaran warna furnitur maupun material interior.

Executive Director Summarecon Serpong, Albert Luhur, mengatakan bahwa masyarakat saat ini semakin memperhatikan kualitas material sebagai bagian dari kenyamanan sebuah rumah, bukan hanya desain atau luas bangunan.

"Hunian premium saat ini tidak lagi hanya dinilai dari tampilannya. Masyarakat juga mulai memperhatikan bagaimana sebuah rumah dapat menghadirkan kenyamanan untuk jangka panjang, termasuk melalui penggunaan material yang mampu menjaga kualitas ruang di dalam rumah," ujar Albert Luhur.

Menurutnya, penggunaan material seperti Low-E Glass kini mulai menjadi salah satu standar yang diterapkan pada hunian premium karena mampu membantu menjaga kenyamanan suhu ruang tanpa mengurangi estetika desain. Selain itu, kaca Low-E Glass juga dikenal mampu memblokir hingga sekitar 70–95% sinar UV, sehingga membantu mengurangi panas matahari yang masuk sekaligus melindungi material interior dari paparan sinar matahari secara langsung.

Konsep tersebut diterapkan pada Ardea at Heron, Summarecon Serpong. Hunian premium ini dirancang dengan bukaan berukuran besar untuk memaksimalkan pencahayaan alami sekaligus menciptakan hubungan visual yang lebih luas dengan area luar. Untuk menjaga kenyamanan ruang, Ardea menggunakan Low-E Glass sebagai bagian dari spesifikasi bangunan sehingga penghuni tetap dapat menikmati cahaya alami tanpa harus mengorbankan kenyamanan di dalam rumah.

Seiring meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kualitas hunian, penggunaan teknologi material diperkirakan akan semakin menjadi bagian penting dalam desain rumah masa kini. Jika sebelumnya konsumen lebih banyak mempertimbangkan lokasi atau luas bangunan, kini kenyamanan ruang, efisiensi energi, serta kualitas material menjadi faktor yang semakin diperhatikan dalam memilih hunian.