Blog
Mengapa Tangerang Tetap Diminati di Tengah Pasar Properti yang Melandai?
05 October 2026
![]()
Pasar properti nasional sedang bergerak lebih hati-hati. Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia menunjukkan penjualan rumah primer pada kuartal I 2026 turun 25,67% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan harga pun terbatas di level 0,62%, lebih rendah dari 0,83% pada kuartal sebelumnya.
Perlambatan berlanjut pada kuartal II-2026, tetapi tidak terjadi secara merata. Kontan pada 26 Agustus 2026 mencatat pergerakan permintaan mulai mengarah ke kawasan penyangga seperti Bekasi dan Tangerang. Konsumen juga memiliki lebih banyak waktu dan pilihan untuk membandingkan produk sebelum membeli.
Di sisi pengembangan, Tangerang bahkan menyumbang 73% peluncuran rumah tapak baru di Jabodetabek selama semester I 2026, menurut Cushman & Wakefield.
Banyaknya peluncuran tidak otomatis berarti seluruh unit langsung terserap. Namun, ketika data permintaan dan aktivitas pengembangan dibaca bersamaan, terlihat bahwa Tangerang masih memiliki posisi penting dalam pasar hunian Jabodetabek.
Salah satu penyebabnya, Tangerang tidak lagi hanya berfungsi sebagai alternatif tempat tinggal bagi pekerja Jakarta. Gading Serpong, BSD, Alam Sutera, dan Karawaci telah berkembang menjadi pusat aktivitas dengan sekolah, rumah sakit, pusat belanja, kawasan bisnis, ruang terbuka, serta berbagai pilihan kuliner dan lifestyle.
Perubahan ini membuat cara orang memilih properti ikut bergeser. Kedekatan dengan Jakarta tetap penting, tetapi pembeli juga mempertimbangkan apakah kebutuhan sehari-hari dapat dijangkau dari rumah dan apakah kawasan tersebut sudah benar-benar hidup.
Konektivitas turut memperkuat daya tariknya. Tol Jakarta-Tangerang, Tol Serpong-Balaraja, serta jaringan jalan antarkawasan membuka beberapa pilihan perjalanan menuju Jakarta maupun pusat pertumbuhan di sekitarnya.
Di Gading Serpong, Summarecon Serpong juga membuka jalan penghubung Melody Barat-Jalan Raya Legok pada Maret 2026. Jalur ini menambah alternatif mobilitas menuju koridor Legok tanpa hanya bergantung pada jalan utama.
Dalam pasar yang melandai, kawasan matang memiliki keunggulan karena pembeli dapat memeriksa langsung fasilitas, aktivitas komersial, kualitas lingkungan, dan pengelolaan kawasan. Di Summarecon Serpong, pilihan hunian dan properti komersial berkembang bersama fasilitas pendidikan, kesehatan, pusat belanja, lifestyle, dan ruang terbuka di Gading Serpong.
Daya tarik Tangerang akhirnya bukan sekadar berasal dari banyaknya proyek baru. Ketika konsumen semakin selektif, kawasan yang menawarkan manfaat nyata sejak hari pertama justru memiliki alasan lebih kuat untuk tetap dipertimbangkan.
FAQ Seputar Properti Tangerang
Mengapa properti Tangerang masih diminati?
Tangerang menawarkan konektivitas, pusat aktivitas yang telah berkembang, serta township dengan fasilitas sehari-hari yang sudah beroperasi.
Apa keuntungan membeli properti di kawasan matang?
Pembeli dapat menilai langsung akses, fasilitas, lingkungan, aktivitas komersial, dan kualitas pengelolaan kawasan.
Apa yang perlu diperiksa sebelum membeli rumah di Tangerang?
Periksa legalitas, reputasi pengembang, akses pada jam sibuk, fasilitas yang tersedia, biaya pengelolaan, serta kemampuan finansial.

