Blog
Bukaan Besar Bikin Rumah Panas? Tidak Selalu, Ini Penjelasannya
21 May 2026
![]()
Rumah modern dengan bukaan besar sering dianggap lebih panas, terutama di negara tropis seperti Indonesia. Karena itu, banyak orang masih ragu menggunakan jendela besar atau dominasi kaca di rumah karena khawatir suhu ruang menjadi lebih tinggi dan penggunaan AC lebih boros.
Padahal, kondisi tersebut tidak selalu terjadi.
Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan material seperti Low Emissivity Glass atau Low E-Glass mulai banyak digunakan pada hunian modern premium. Teknologi kaca ini dirancang untuk membantu mengurangi panas matahari yang masuk ke dalam ruangan tanpa mengurangi pencahayaan alami secara signifikan.
Karena itu, rumah tetap bisa terasa terang dan terbuka tanpa membuat suhu ruang menjadi terlalu panas.
Tren rumah modern saat ini juga semakin mengarah pada penggunaan bukaan besar untuk menghadirkan pencahayaan alami sekaligus menciptakan kesan ruang yang lebih terbuka.
Executive Director Summarecon Serpong, Albert Luhur mengatakan, kebutuhan masyarakat terhadap rumah saat ini nyatanya tidak hanya dari sisi desain, tetapi juga kenyamanan jangka panjang.
“Sekarang orang menyukai rumah dengan bukaan besar karena terasa lebih terang dan terbuka. Namun di saat yang sama, kenyamanan ruang tetap menjadi perhatian penting, terutama untuk iklim tropis seperti Indonesia,” ujar Albert Luhur.
Menurutnya, penggunaan material seperti Low E-Glass kini mulai menjadi salah satu solusi yang banyak digunakan pada hunian modern karena mampu membantu menjaga kenyamanan suhu ruang tanpa mengurangi estetika desain rumah. Selain itu, kaca Low E-Glass juga dikenal mampu memblokir hingga sekitar 70-95% sinar UV yang dapat memengaruhi suhu ruang dan menyebabkan interior lebih cepat memudar.
Konsep tersebut salah satunya diterapkan pada Ardea at Heron di Summarecon Serpong. Hunian ini dirancang dengan bukaan besar untuk memaksimalkan cahaya alami, namun tetap didukung penggunaan Low E-Glass untuk membantu mengurangi panas dan paparan sinar UV yang masuk ke dalam rumah.
Di sisi lain, penggunaan material seperti ini juga mulai dipandang sebagai bagian dari value sebuah properti. Jika sebelumnya konsumen lebih banyak fokus pada lokasi atau luas bangunan, kini perhatian mulai bergeser pada kualitas material, efisiensi energi, dan kenyamanan ruang untuk jangka panjang.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa perkembangan rumah modern saat ini tidak lagi hanya soal tampilan desain, tetapi juga bagaimana teknologi material ikut mendukung kualitas hidup penghuninya.


