Blog

Berapa DP Rumah yang Ideal untuk First-Time Buyer?

26 October 2026

Bagi first-time buyer atau pembeli rumah pertama, DP yang ideal adalah jumlah uang muka yang mampu mengurangi pinjaman tanpa menghabiskan dana untuk kebutuhan lain. Besarannya tidak ditentukan oleh satu persentase tertentu, tetapi perlu disesuaikan dengan harga properti, kemampuan finansial, kebijakan bank, dan program pembiayaan. Selain DP, pembeli perlu menyiapkan biaya transaksi, dana pindahan dan kebutuhan awal rumah, serta dana darurat yang tetap tersimpan setelah pembelian.

Misalnya, seorang first-time buyer memiliki tabungan Rp 250 juta dan ingin membeli rumah seharga Rp 1 miliar. Jika ia menyisihkan Rp 72 juta untuk dana darurat dan Rp 30 juta untuk biaya transaksi serta kebutuhan awal, dana yang aman digunakan untuk DP adalah Rp 148 juta, seperti yang diilustrasikan pada tabel di bawah.

PerhitunganDP 10%DP 20%
Harga rumahRp 1 miliarRp 1 miliar
DPRp 100 jutaRp 200 juta
Sisa tabungan setelah DPRp 150 jutaRp 50 juta
Dana darurat dan kebutuhan awalRp 102 jutaRp 102 juta
Sisa dana setelah kebutuhan tersebutRp 48 jutaRp 52 juta
Pinjaman sebelum biaya lainRp 900 jutaRp 800 juta


Dalam ilustrasi tersebut, DP 10% lebih sesuai dengan kemampuan dana pembeli rumah pertama, karena masih menyisakan Rp 48 juta setelah kebutuhan awal dan dana darurat diperhitungkan. Sebaliknya, DP 20% membutuhkan dana melebihi anggaran yang tersedia. Namun, jika tabungan lebih besar, DP 20% bisa menjadi pilihan untuk mengurangi pinjaman dan berpotensi meringankan cicilan.

Bank Indonesia mengatur rasio Loan to Value (LTV) dan Financing to Value (FTV) sebagai acuan pembiayaan properti. Batas rasio dapat mencapai 100% bagi bank yang memenuhi persyaratan, tetapi bukan berarti semua calon pembeli otomatis memperoleh KPR tanpa DP. Persetujuan dan ketentuan uang muka tetap bergantung pada kebijakan bank serta profil pemohon.

Setelah memperkirakan dana awal, first-time buyer perlu membandingkan pilihan properti, meminta simulasi KPR, dan memahami program pembiayaan sebelum mengambil keputusan. Summarecon Expo 2026 menghadirkan properti dari sembilan kawasan Summarecon, mulai dari rumah dengan beragam desain, apartemen, hingga properti komersial.

Summarecon Expo 2026 di Summarecon Mall Kelapa Gading telah berakhir pada 25 Oktober 2026. Namun, calon pembeli pertama masih dapat mengunjungi rangkaian berikutnya di Summarecon Mall Bekasi pada 6-15 November 2026, kemudian di Summarecon Mall Serpong pada 27 November-6 Desember 2026.

Pengunjung dapat berkonsultasi dengan tim sales mengenai pilihan unit, simulasi KPR, serta promo yang ditawarkan seperti subsidi DP 10% pada produk tertentu, promo properti hingga 25%, subsidi bunga 1% dari bank sponsor, serta pembebasan BPHTB dan AJB pada produk tertentu. Pengunjung juga berkesempatan mendapatkan hadiah langsung seperti sepeda motor, voucher, gadget, logam mulia, dan elektronik rumah tangga. 


FAQ


1. Berapa DP rumah yang ideal untuk first-time buyer?

Jika, seorang first-time buyer memiliki tabungan Rp 250 juta dan ingin membeli rumah seharga Rp 1 miliar, ia juga perlu menyisihkan Rp 72 juta untuk dana darurat dan Rp 30 juta untuk biaya transaksi serta kebutuhan awal, sehingga dana yang aman digunakan untuk DP adalah Rp 148 juta. DP 10% lebih sesuai dengan kemampuan dana pembeli rumah pertama, karena masih menyisakan Rp 48 juta setelah kebutuhan awal dan dana darurat diperhitungkan. Sebaliknya, DP 20% membutuhkan dana melebihi anggaran yang tersedia. Namun, jika tabungan lebih besar, DP 20% bisa menjadi pilihan untuk mengurangi pinjaman dan berpotensi meringankan cicilan.


2. Apakah DP lebih besar membuat cicilan lebih ringan?

Umumnya, DP lebih besar mengurangi pokok pinjaman sehingga cicilan berpotensi lebih ringan. Cicilan juga dipengaruhi suku bunga dan tenor KPR.


3. Biaya apa saja yang perlu disiapkan selain DP?

Biaya transaksi, dana untuk pindahan atau mengisi rumah, serta dana darurat yang tetap tersisa.


4. Apa perbedaan DP ideal dan subsidi DP?

DP ideal adalah jumlah uang muka yang sesuai kemampuan finansial pembeli, sedangkan subsidi DP merupakan bantuan promo yang berlaku untuk produk dan persyaratan tertentu.


5. Apa promo yang tersedia di Summarecon Expo 2026?

Di antaranya subsidi DP 10% pada produk tertentu, subsidi bunga 1% dari bank sponsor, promo properti hingga 25%, serta pembebasan BPHTB dan AJB pada produk tertentu.


6. Kapan Summarecon Expo 2026 hadir di Bekasi dan Serpong?

Summarecon Mall Bekasi di tanggal 6-15 November 2026 dan Summarecon Mall Serpong di tanggal 27 November-6 Desember 2026.